Blogger Widgets Gena Riyanti Fitri : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Jumat, 03 April 2015

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)




Produk Domestik Regional Bruto

PDRB adalah jumlah nilai tambah barang dan jasa yang di hasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian di seluruh daerah dalam tahun tertentu periode tertentu dan biasanya dalam hitungan satu tahun.
Perhitungan PDRB ada dua cara yaitu
1.      Menurut Harga yang Berlaku
2.      Menurut Harga Konstan
PDRB menurut harga yang berlaku yaitu dengan nilai tambah barang dan jasa yang di hitung menurut harga yang berlaku pada tahun yang bersangkutan, sedangkan PDRB menurut harga konstan yaitu di hitung dengan menggunakan harga tahun tertentu sebagai tahun dasar. Dalam penghitungannya, untuk menghindari hitung ganda, nilai output bersih diberi nama secara spesifik, yaitu nilai tambah (value added). Demikian juga, harga yang digunakan dalam perhitungan ini adalah harga produsen. Penilaian pada harga konsumen akan menghilangkan PDRB subsektor perdagangan dan sebagian subsektor pengangkutan.




Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Provinsi, 2000 - 2013 (Miliar Rupiah)





Provinsi
2008
2009
2010
2011
2012
2013







11. Aceh
73547,55
71986,95
79145,28
87530,42
95074,22
103045,56
12. Sumatera Utara
213931,70
236353,62
275056,51
314372,44
351090,36
403933,05
13. Sumatera Barat
70954,52
76752,94
87226,62
98966,99
110179,65
127099,95
14. Riau
276400,13
297173,03
345773,81
413706,12
469073,02
522241,43
15. Jambi
41056,48
44127,01
53857,69
63409,98
72634,07
85558,31
16. Sumatera Selatan
133664,99
137331,85
157735,04
182390,49
206297,63
231683,04
17. Bengkulu
14915,89
16385,36
18600,12
21241,86
24119,36
27388,25
18. Lampung
73719,26
88934,86
108404,27
127908,26
144639,48
164393,43
19. Kep. Bangka Belitung
21421,34
22997,90
26712,97
30483,95
34458,59
38934,84
21. Kepulauan Riau
58575,00
63892,94
71614,51
80237,79
90568,21
100310,42
31. DKI Jakarta
677044,74
757696,59
861992,09
982533,60
1103692,66
1255925,78
32. Jawa Barat
633283,48
689841,31
771593,86
862234,65
949761,26
1070177,14
33. Jawa Tengah
367135,95
397903,94
444666,01
498763,82
556483,73
623749,62
34. DI Yogyakarta
38101,68
41407,05
45625,59
51785,15
57031,75
63690,32
35. Jawa Timur
621391,67
686847,56
778564,24
884502,65
1001200,74
1136326,87
36. Banten
139864,78
152556,22
171747,59
192381,29
213197,79
244548,14
51. Bali
51916,17
60292,24
67194,24
74029,80
83943,33
94555,77
52. Nusa Tenggara Barat
35314,73
44014,62
49631,65
49063,44
49679,69
56277,97
53. Nusa Tenggara Timur
21655,87
24179,41
27746,33
31218,75
35248,49
40465,30
61. Kalimantan Barat
49132,97
54281,17
60541,58
66915,62
74969,66
84956,23
62. Kalimantan Tengah
32760,17
37161,80
42571,11
49047,54
55885,58
63515,47
63. Kalimantan Selatan
45843,79
51460,18
59823,07
68186,88
75893,97
83361,79
64. Kalimantan Timur
314813,52
285590,82
321764,43
391761,38
419507,23
425429,38
71. Sulawesi Utara
28697,76
33033,61
36809,00
41831,45
47198,30
53401,10
72. Sulawesi Tengah
28727,51
32461,33
37314,37
44312,22
51106,07
58641,18
73. Sulawesi Selatan
85143,19
99954,59
117862,21
137519,77
159859,93
184783,06
74. Sulawesi Tenggara
22202,85
25655,94
28376,58
32113,04
36600,75
40773,20
75. Gorontalo
5906,74
7069,05
8056,51
9153,67
10368,80
11752,20
76. Sulawesi Barat
8296,61
9403,38
10985,15
12883,96
14407,64
16184,01
81. Maluku
6269,96
7069,64
8084,81
9599,09
11468,77
13245,35
82. Maluku Utara
3862,24
4691,16
5389,83
6038,66
6918,43
7725,42
91. Papua Barat
13975,13
18144,49
26873,09
36176,19
43204,82
50908,73
94. Papua
61516,24
76886,68
87733,42
76501,34
77396,09
93136,60
Jumlah 33 Provinsi
4271044,59
4653539,25
5295073,58
6028802,27
6733160,11
7578118,87





















































Dari data diatas dapat di simpulkan bahwa produk domestik Regional Bruto atas dasar harga yang berlaku menurut provinsi tahun 2008-2013 yang mempunyai Produk Domestik Bruto Tertinggi adalah DKI Jakarta dari tahun ke tahun dan Produk Domestik Bruto terendah di tempati oleh Provinsi Maluku Utara dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 DKI jakarta mendapatkan angka 1255925,78(dalam milyar rupiah) sedangkan Maluku utara pada tahun 2013 mendapatkan angka 7725,42(dalam milyar rupiah). Dengan demikian bahwa DKI jakarta merupakan daerah yang paling maju di antara 33 Provinsi di indonesia.
 
Berikut ini adalah penjelasan mengenai Produk Domestik Regional Bruto daerah DKI jakarta pada tahu 2014
Di bawah ini adalah grafik laju pertumbuhan PDRB menurut lapangan Usahanya tahun 2013-2014.





PDRB DKI Jakarta triwulan I/2014 jika dibandingkan dengan triwulan I/2013 (y on y) tumbuh sebesar 5,99 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutankomunikasi yakni sebesar 10,63 persen, kemudian diikuti oleh sektor jasajasa sebesar 7,60 persen, sektor konstruksi sebesar 5,77 persen, sektor perdaganganhotelrestoran sebesar 5,61 persen, sektor sektor keuanganrealestatjasa perusahaan sebesar 4,58 persen, sektor industri pengolahan sebesar 3,91 persen, sektorlistrikgasair bersih sebesar 2,14 persen, dan sektor pertanian sebesar 1,53 persen. Sementara sektor pertambanganpenggalian tumbuh minus 1,56 persen.

Nilai PDRB triwulan IV/2013 dan Triwulan I/2014, PDRB DKI jakarta mencerminkan kemampuan produksi dari sektor – sektor ekonomi yang ada di Jakarta Tanpa memperhitungkan dari mana asal faktor produksi yang digunakan dalam proses produksinya. Nilai tambah yang di ciptakan oleh sektor-sektor ekonomi kemudian diperhitungkan menurut harga tahun dasar untuk dapat melihat pertumbuhan produksi secara rill. Hal  tersebut dilakukan untuk menghilangkan pengaruh harga pada besaran yang tercipta.
Tabel 2
Nilai PDRB DKI Jakarta
(milyar Rp)

Tabel 3
PDRB Menurut Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku


PDRB yang Tercipta di DKI jakarta pada trieulan I/2014 sebagian besar di gunakan untuk konsumsi rumah tangga, hal ini dapat di lihat dari stuktur PDRB menurut pengeluaran Profinsi DKI jakarta. Komponen konsumsi rumah tangga mencapai 58,47 persen, terbesar kedua adalah komponen Ekspor  yang mencapai 54,62 persen dari PMTB mencapai 36,12 persen. Sementara yang terkecil adalah komponen pengeluaran Konsumsi pemerintah sebesar 8,48 persen. Komponen impor, dalam hal ini, menjadi faktor penyeimbang penyediaan produk barang dan jasa yang di konsumsi di jakarta, memiliki peranan sebesar 57,70.


Refrensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar