Blogger Widgets Gena Riyanti Fitri : Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Februari 2015

Jumat, 03 April 2015

Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Februari 2015



PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA FEBRUARI 2015

Nilai ekspor Indonesia Februari 2015 mencapai US$12,29 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7,99 persen dibanding ekspor Januari 2015. Demikian juga bila dibanding Februari 2014 mengalami penurunan sebesar 16,02 persen.
Penuruanekspor februari disebablan oleh menurunya ekspor non migas sebesar 7,83 persen dari U$$11,279,0 juta menjadi U$$10,395,5 juta, demikian juga ekspor migas turun sebesar 8,82 persen yaitu dari U$$2.076,8 juta menjadi U$$1.893,6 juta. Lebih lanjut penurunan ekspor migas di sebabkan oleh menurunya ekspor hasil minyak sebesar 2,13 persen menjadi U$$207,2 juta dan ekspor gas turun sebesar 25,61 persen menjadi U$$941,3 juta, sementara ekspor minyak mentah meningkat sebesar 24,25 persen menjadi U$$745,1 juta. Volume ekspor migas februari 2015 terhadap januari 2015 untuk minyak mentah naik sebesar 21,26 persen sementara hasil minyak dan gas turun masing-masing sebesar 10,28 persen dan 14,40 persen, sementara itu harga minyak mentah indonesia di pasar dunia naik dari U$$45,28  per barel pada januari 2015 menjadi U$$54,32 barel pada februari 2015.

Tabel 1
Ringkasan perkembangan Ekspor Indonesia
Januari-Februari 2015





Grafik 1
Perkembangan Ekspor Februari 2013-Februari 2015


Bila di bandingkan dengan februari 2014, nilai ekspor nonmigas februari 2015 mengalami penurunan 12,68 persen, demikian juga ekspor migas turun sebesar 30,61 persen. Sementara secara komulatif nilai ekspor indonesia periode januari-februari 2015 mencapai U$$25,644,9 juta atau turun 11,89 persen di banding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor komulatif non mmigas mencapai U$$21,674,5 juta atau mengalami penurunan 9,22 persen.
Penurunan terbesar ekspor nonmigas februari 2015 terhadap januari 2015 terjadi pada perhiasan/ permata sebesar US$230,1 juta (29,94 persen), sedangkan peningkatan terbesar pada besi dan baja sebesar US$41,7 juta (56,13 persen)

Ekspor Nonmigas Beberapa Golongan Barang HS 2 Digit
Januari-Februari 2015
Dari data di atas Untuk Ekspor beberapa golongan Barang HS 2 Digit januari-Februari 2015 untuk komoditi Lemak dan Minyak Hewan/Nabati adalah mencapai 13,79 persen, dan cenderung mengalami kenaikan, sedangkan untuk komoditi yang paling rendah menurut tabel di atas adalah untuk komoditi Kapal laut yang mencapai 0,11 persen. dari data di atas dapat di simpulkan bahwa peranan ekspor terhadap Noon Migas paling besar ditempati oleh Komoditi Lemak dan Minyak hewam/hewani.


Nilai impor Indonesia Februari  sebesar US$11.550,8 juta atau turun US$1.061,5 juta (8,42 persen) di banding januari 2015. Hal tersebut di sebabkan oleh turunya nilai impor migar dan nonmigas masing-masing sebesar US$395,6 juta ( 18,70 persen) dan US$665,9 juta ( 6,34 persen). Penurunan impor migas di picu oleh turunya nilai impor minyak mentah US$119,4 juta (19,67 persen). Dan hasil minyak US$300,1 juta (22,01 persen). Sementara impor gas meningkat US$23,9 juta (16,49 persen).
Sementara nilai impor indonesia selama januari-februari 2015, yaittu US$24.163,1 juta atau turun US$4.543,8 juta (15,83 persen) di banding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada impor migas sebesar US$3.173,1 juta (45,28 persen) dan impor nonmigas sebesar US$1.370,7 juta (6,32 persen). Lebih lanjut penurunan impor migas di sebabkan oleh turunya impor minyak mentah, hasil minyak dan gas masing-masing sebesar US$873,7 juta (44,39 persen) US$1.973,9 juta (44,86 persen), dan US$325,5 juta (50,92 persen)
Tabel 2
Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia
Januari-Februari 2014-2015



Grafik 2
Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF)
Januari-Februari 2014 dan 2015



Selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada juli 2014 dengan nilai mencapai US$4.173,0 juta dan terendah terjadi di februari 2015 yaitu US$1.719,5 juta. Sementara itu nilai impor nonmigas tertinggi tercatat di april 2014, yaitu US$12.562,2 juta dan terendah di juli 2014 dengan nilai US$9.908,7 juta.

Selama februari 2015, nilai impor nonmigas Indonesia mencapai US$9.831,3 juta. Jika dilihatdari perkembangannya terhadap januari 2015, tiga dari 10 golongan barang utama menurut HS 2 dijit mengalami peningkatan. Ketiga golongan barag tersebut adalah golongan kendaraan bermotor dan bagiannya US$39,9 juta (9,15 persen),serealia US$31,5 (13,24 persen) dan sisa industri makanan US$18,4juta (8,36 persen). Sementara itu tujuh golongan barang lainya mengalami penurunan nilai impor.
           Dari tujuh golonganbarang yang mengalami penurunan, dua golongan diantaranya mengalami penurunan di atas US$100,00 juta, yaitu golongan mesin dan peralatan mekanik  US$208,2 juta (10,29 persen) dan besi serta baja US$134,9 juta (17,54 persen). Sementara itu tiga golongan berikutnya turun antara US$50,0 sanpai US$100,0 juta, yaitu golongan mesin dan peralatanlistrik US$82,1 juta (6,17 persen), plastik dan barang dari plastikUS$78,1 juta (12,71 persen) dan bahan kimia organik US$68,1 juta (13,35 persen). Sedangkan dua golongan barag lainya turun di bawh US$50,0 juta, yaitu golongan kapas US$26,9 juta (12,54 persen) dan barang dari besi dan baja US$0,1 juta (0,03 persen).
Sementara jika di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, selama januari-februari 2014 hanya dua golongan barang yang mengalami peningkatan yaitu golongan surealia US$62,4 juta (14,02 persen) dan sisa industri makanan US$61,5 juta (15,49 persen). Sedangkan delapan golongan barag sisanya mengalami penurunan nilai impor dengan penurunan tertinggi di catat oleh golongan mesin dan peralatan listrik yaitu US$460,1 juta (15,14 persen).
Tabel 3
Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit
Januari-Februari 2014 dan 2015


Dilihat dari eperanan terhadap total impor nonmigas Indonesia Januari-Februari 2015 maka sepuluh golongan barang utama di atas memberikan peranan sebesar 63,26 persen. Besarnya peranan tersebut terutama disumbang oleh golongan mesin dan peralatan mekanik sebesar 18,89 persen dan mesin serta peralatan listrik sebesar 12,69 persen. Sedangkan delapan golongan barang utama berikutnya peranannya di bawah 10,00 persen dimana peranan terkecil di berikan oleh golongan kapas sebesar 1,99 persen. Sementara itu jika di lihat dari total impor indonesia Januari-februari 2015, maka impor Sepuluh golongan barang utama diatas mencapai 52,22 persen.
Selanjutnnya perkembangan lima golongan barang impor nonmigas terbesar Indonesia Januari-Februari 2014 dan 2015 dapat di lihat di grafik di bawah ini

Grafik 3
Impor Nonmigas Lima Golongan Barang Utama Indonesia
Januari-Februari 2014dan 2015
(CIF ; juta US$)
















Refrensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar