Blogger Widgets Gena Riyanti Fitri : Sistem Penentuan Kurs di Masing-masing Negara (Sistem Devisa)

Kamis, 11 Juni 2015

Sistem Penentuan Kurs di Masing-masing Negara (Sistem Devisa)



Sistem Penentuan Kurs di Masing-masing Negara (Sistem Devisa)

Sebelem kita membahas sistem penentuan kurs di masing-masing negara pastinya kalian tau apa itu kurs, kata kurs tidak asing lagi pastinya bagi kalian ok kita akan bahas singkat mengenai kurs itu sendiri kurs merupakan sebuah mata uang utuk pembayaran atau bertansaksi dengan dunia luar atau bisa di sebut Luar Negeri. Sistem pembayaran yang dilakukan baik di dalam negeri maupun luar negeri mau tidak mau harus terikat dengan nilai tukar atau kurs. Kurs ada 2 macam yaitu Kurs jual, adalah harga saat bank menjual valuta asing Kurs beli, adalah harga saat bank membeli valuta asing.
Sistem penentuan kurs di tentukan oleh system moneter, System moneter internasional dapat didefinisikan sebagai struktur, instrument, institusi, dan perjanjian yang menentukan nilai tukar atau kurs mata uang dari berbagai Negara di dunia, termasuk penyesuaian aliran modal, perdagangan internasional, dan neraca pembayaran.
Perkembangan system moneter international dimulai dengan diadakannya pertemuan International Monetary and financial Conference pada tanggal 1 sapai 22 Juli 1944 di Bretton Woods, New Hampshire, USA. Pertemuan ini menghasilkan Article of Agreement tentang pendirian dua lembaga internasional yaitu: International Monetary Financial, IMF dan World Bank.
Tujuan didirikannya IMF adalah untuk meningkatkan bisnis internasional agar dapat meningkatkan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Negara anggota IMF.
Sedangkan tujuan pendirian World Bank adalah untuk memberikan pinjaman dengan tingkat bunga relative rendah kepada berbagai Negara untuk mendorong pertumbuhan, pembangunan ekonomi dengan tetap berlandaskan pada profit oriented.
Pada system moneter internasional, mekanisme penentuan kurs dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok yaitu:

A.   Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)

 Kurs tetap merupakan sistem nilai tukar dimana pemegang otoritas moneter tertinggi suatu negara (Central Bank) menetapkan nilai tukar dalam negeri terhadap negara lain yang ditetapkan pada tingkat tertentu tanpa melihat aktivitas penawaran dan permintaan di pasar uang. Jika dalam perjalanannya penetapan kurs tetap mengalami masalah, misalnya terjadi fluktuasi penawaran maupun permintaan yang cukup tinggi maka pemerintah bisa mengendalikannya dengan membeli atau menjual kurs mata uang yang berada dalam devisa negara untuk menjaga agar nilai tukar stabil dan kembali ke kurs tetap nya. Dalam kur tetap ini, bank sentral melakukan intervensi aktif di pasar valas dalam penetapan nilai tukar.

Keunggulan :
  • Kegiatan spekulasi di pasar uang semakin sempit.
  • Intervensi aktif pemerintah dalam mengatur nilai tukar sehingga tetap stabil.
  • Pemerintah memegang peranan penuh dalam pengawasan transaksi devisa.
  • Kepastian nilai tukar, sehingga perencanaan produksi sesuai dengan hasilnya.
Kelemahan :
  • Cadangan devisa harus besar, untuk menyerap kelebihan dan kekurangan di pasar valas.
  • Kurang fleksibel terhadap perubahan global.
  • Penetapan kurs yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mempengaruhi pasar ekspor impor.

B.   Kurs Mengambang Terkendali (Managed Floating Exchange Rate)

Penetapan kurs ini tidak sepenuhnya terjadi dari aktivitas pasar valuta. Dalam pasar ini masih ada campur tangan pemerintah melalui alat ekonomi moneter dan fiskal yang ada. Jadi dalam pasar valuta ini tidak murni berasal dari penawaran dan permintaan uang.

Keunggulan :
  • Mampu menjaga stabilitas moneter dengan lebih baik dan neraca pembayaran suatu negara.
  • Adanya aktifitas MD/MS dalam pasar valuta berdasarkan kurs indikasi akan mampu menstabilkan nilai tukar dengan lebih baik sesuai dengan kondisi ekonomi yang terjadi.
  • Devisa yang diperlukan tidak sebesar pada nilai tukar tetap.
  • Mampu memadukan sistem tetap dan mengambang.
Kelemahan :
  • Devisa harus selalu tersedia dan siap diguankan sewaktu-waktu.
  • Persaingan yang ketat antara pemerintah dan spekualan dalam memprediksi dan menetapkan kurs.
  • Tidak selamanya mampu mengatasi neraca pembayaran.
  •  Selisih kurs yang terjadi dalam pasar valuta akan mengurangi devisa karena memakai devisa untuk menutupi selisihnya.

C.   Kurs Mengambang Bebas (Free Floating Rate)

Kurs mengambang bebas merupakan suatu sistem ekonomi yang ditujukan bagi suatu negara yang sistem perekonomiannya sudah mapan. Sistim nilai tukar ini akan menyerahkan sleuruhnya kepada pasar untuk mencapai kondisi equilibrium yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal. Jadi dalam sistem nilai tukar ini hampir tidak ada campur tangan pemerintah. 

Keunggulan :
  • Cadangan devisa lebih aman.
  • Persaingan pasar ekspor-impor sesuai dengan mekanisme pasar.
  • Kondisi ekonomi negara lain tidak akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.
  • Masalah neraca pembayaran dapat diminimalisir.
  • Tidak ada batasan valas.
  • Equilibrium pasar uang.
Kelemahan :
  •  Praktik spekulasi semakin bebas.
  • Penerapan sistem ini terbatas pada negara yang sistim perekonomiannya mapan, masih kurang teapt untuk negara berkembang.
  • Tidak adanya intervensi pemerintah untuk menjaga harga.

D.   Sistem Kurs Tertambat, Pegged Exchange Rate Sistem.

Sistem kurs ini ditetapkan dengan cara mengkaitkan nilai tukar mata uang suatu Negara dengan mata uang Negara lain atau sejumlah mata uang tertentu. Nilai tukar mata uang bergerak mengikuti perubahan nilai mata uang Negara yang ditambatnya.
Sekitar 50 negara di dunia menganut system kurs tertambat ini. Contohnya mata uang Real yang digunakan oleh Republik Yaman ditambatkan pada Dollar Amerika. Sehingga perubahan mata uang real di Yaman akan tergantung pada perubahan nilai Dollar Amerika.
Sekitar 14 Negara Afrika bekas jajahan Perancis menggunakan system ini dengan mengakitkan nilai tukarnya kepada mata uang Perancis. Artinya, jika mata uang Perancis terapresiasi, maka mata uang Negara Afrika tersebut juga terapresiasi.
Enam Negara yang memisahkan diri dari Uni Soviet menambatkan mata uangnya  pada Ruble Rusia, Enam Negara lainnya menambatkan mata uangnya pada mitra dagang utama.
Beberapa Negara lain mengaitkan nilai tukar mata uangnya dengan  GBP, USD, dan SDR atau Special Drawing Right yang dikeluarkan oleh IMF. SDR merupakan uang kertas emas yang dikeluarkan IMF pada tahun 1969 sebagai reserve currency dan likuiditas internasional.
Beberapa Negara Eropa yang tergabung dengan EEC sejak tahun 1972 menggunakan pegged system ini yang disebut Snake System. Kemudian system snake diubah menjadi European Monetary System, EMS. Pada snake system dan EMS setiap mata uang anggota EEC dikaitkan nilainya dengan Europen Currenc Unit, atau ECU dan dapat berfluktuasi pada kisaran 2,25 persen di atas atau di bawah kurs tengah.




Refrensi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar